Minggu, Juni 14, 2020

Kegiatan New Normal, Saat Adanya Corona

Photo by airfocus on Unsplash

Lebih dari sebulan tidak menulis di blog ini. Ada rasa rindu juga. Dan, sudah lebih dari dua bulan kita semua mengalami kesulitn, yang diakibatkan oleh adannya wabah Virus Corona. Penyakit ini memang tidak bisa dianggap remeh.

Karena merupakan sebuah pandemi yang terjadi di seluruh dunia, dan hingga kini sudah banyak korban yang berjatuhan. Sangat dianjurkan untuk tidak berkumpul di tempat keramaian, dan bepergian ke luar rumah. Terkecuali ada urusan yang benar-benar mendesak.

Namun, semenjak memaki bulan Juni 2020. Telah diterapkan “New Normal”, bagi seluruh warga. Dimana hal ini, kegiatan bekerja di luar rumah mulai diterapkan. Kegiatan perkantoran sudah kembali diaktifkan.

Para karyawan telah bekerja seperti biasa. Masuk pagi hari dan pulang menjelang sore. Untuk di Kota Kisaran, tempat saya tinggal sekolah-sekolah masih menerapkan sistem belajar secara daring (dalam jaringan). Sebagai sarananya, menggunakan aplikasi WhatsApp untuk saling memberikan materi pelajaran.

Walaupun telah banyak kegiatan yang sudah kembali seperti sedia kala. Akan tetapi, alangkah baiknya tetap harus waspada terhadap penyebaran Virus Corona. Seperti di rumah sakit. Beberapa hari yang lalu, orang tua saya harus dirawat inap.

Karena adanya wabah penyakit ini. Dan “New Normal” yang diterapkan, pihak rumah sakit membuat beberapa peraturan yang harus dilakukan oleh seluruh jajaran pekerja. Juga termasuk para pasien dan keluarganya.

Beraktifitas Masa Kini

Perubahan perilaku ini semata-mata untuk menghindari meluasnya penyebaran Virus Corona. Mengingat, rumah sakit merupakan tempat banyak orang berkumpul. Beberapa peraturan yang diterapkan ialah, bagi keluarga pasien hanya boleh satu orang yang berada di ruang rawat inap.

Lalu, senantiasa menggunakan masker setiap beraktifitas di lingkungan rumah sakit. Disetiap ruangan dan sudut-sudut lorong telah disediakan alat pencuci tangan. Nah, yang terakhir tidak adanya jam besuk. Terutama anak-anak di bawah umur 10 tahun, tidak dibenarkan untuk masuk ke lingkungan rumah sakit. Karena dikhawatirkan akan rentan untuk tertular Virus Corona.

Selama masa pandemi ini, banyak orang mengeluh kesulitan. Tidak dapat dipungkiri kami sekeluarga juga terkena dampaknya. Saya sempat bekerja sebagai Staff-Administrasi pada perusahaan jasa pengiriman barang. Namun, awal 2020 sudah berhenti dari pekerjaan tersebut.

Nah, saat masih aktif bekerja saya juga suka berdagang online, sebagai sumber keuangan kedua. Hasil dari penjualan, dan beberapa ribu dari gaji bulanan selalu ditabung, sebagai dana darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dan iya, itu sangat membantu untuk masa-masa seperti ini. Bisa sedikit membantu orang tua saya yang kini masih harus dirawat inap. Walaupun ada asuransi yang menanggungnya, namun, untuk kebutuhan lain bisa diselamatkan oleh tabungan dari dana darurat tadi.

Bukan hanya di lingkungan rumah sakit. Alangkah baiknya, kegiatan menjaga kebersihan selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selalu mencuci tangan ketika selesai beraktifitas, memakan dan meminum yang bergizi juga halal. Agar tubuh senantiasa sehat.

Senin, Maret 30, 2020

Hadiah Dari Teman Untuk Teman


Walaupun dari sejak tujuh tahun silam sudah memiliki blog, namun, aktif menulis sejak Maret 2019. Dan makin sering menulis, ketika ikutan ODOP (One Day One Post). Sungguh, komunitas ini menghasilkan efek samping.

Saya benar-benar tidak menyangka. Akan berdampak sangat besar. Apa efeknya? Bagi pemula seperti saya, justru sangat butuh efek samping ini. Ketagihan. Iya, itu yang bisa diberikan ODOP bagi para penulis.

Bukan hanya itu, bisa berteman dengan banyak orang melalui pesan daring (Dalam Jaringan). Dari pangkalnya Indonesia, hingga ke ujung. Saling berbagi ilmu, pengalaman, candaan, dan lain-lain. Menyenangkan? Pasti…

Awalnya masuk ke dalam Tim Sapporo. Pije-pije kece, selalu mengingatkan kalo ada yang belum menulis dalam sehari. Karena memang ada tugas untuk memposting di blog setiap hari dikala itu. Juga, kalau ada anggota tim yang ketinggalan pelatihan online, dengan senang hati akan membantu mencarikan materi.

Biasanya sih, saya yang suka tidak mengikuti kelas. Hehehe, jangan ditiru yaa.. Setelah dua bulan masa pra ODOP telah selesai pada bulan November tahun lalu. Meninggalkan banyak kenangan, suka duka. Salah satunya ketika bingung mau menulis apa. Pada masa-masa itu, saling memberi ide masukan untuk bahan tulisan.

Sekarang ini mengikuti tim baru, yaitu ODOP Blogger Squad. Memang sudah lama punya blog, tapi pengetahuannya benar-benar minim. Dan itupun pernah vakum selama beberapa tahun. Mengenai tata letak, tulisan yang bagus, cara menaikkan statik, dan lain-lain. Apapun tentang Blog, tidak ada yang bisa diketahui.

Nah, Alhamdulillah. Bisa bertemu dengan teman-teman yang seTim saat ini. Pije-pije kece juga tetap ada yang hadir mengawal dan membimbing ke jalan yang benar. Menambah ilmu baru lagi, dan lingkungan orang-orang yang kece.

Saling berbagi info perlombaan seputar Blogging, menata Blog biar rapih dan terlihat kece. Diawal-awal kita seTim pernah dapat promo berbayar untuk konten Blog, benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkannya.

Dan, baru-baru ini, saya terharu bisa dipilih oleh teman-teman ODOP Blogger Squad atas Liebster Award. Padahal Blog ku ini hanya kumpulan cerita dari kehidupan sehari-hari, dan yang pastinya milik teman-teman di ODOP Blogger Squad lebih bagus dan kece.

Terimakasih banyak kepada Bang Ibrahim dan Mba Rindang, untuk Liebster Awardnya. Benar kata pepatah, “semakin banyak silahturahmi semakin banyak rezeki”. Bukan hanya semata-mata bentuk materi. Tetapi, dengan adanya teman bisa saling membantu, mengingatkan jika ada kesalahan yang diperbuat, mendukung hal-hal yang ingin dicapai. Itu juga termasuk rezeki yang tidak terkira.

Dengan bergabung dengan ODOP Blogger Squad adalah salah satu, pintu rezeki yang Allah Subhana Wa Ta’Ala berikan. Teman-teman se-passion, selalu mendukung dalam hal tulis-menulis. Memiliki minat yang sama di dunia perBloggingan, membuat kita semua menjadi semakin akrab, Aamiin.

Menjawab Tantangan Liebster Award

Saya sebut begitu karena beberapa pertanyaannya cukup sulit untuk dijawab. Dan karena ada dua orang yang memberika Liebster Award ke saya, akan dijawab sekaligus tidak apa-apa yaa.. Jawabannya akan digabung menjadi satu. Semoga berkenan…

1. Mending mana, dicintai atau mencintai? Alasannya apa?
Saya pilih dicintai, karena sudah pernah merasakan yang namanya patah hati. Bukan trauma, tapi lain kali akan memberikan hati ke benar-benar hati yang tepat.

2. Diantara kertas-gunting-batu, kamu yang mana? Kenapa?
Kertas, semenjak SD saya suka membuat perahu dari kertas. Dan bisa dibentuk menjadi yang lain.

3. Siapa nama Penulis yang jadi contoh atau teladan buat kamu?
Sebenarnya saya lebih menyukai menonton film. Karena dari situ ada suara, gambar, dan alurnya bisa mudah untuk dicerna. Makanya, penulis tidak banyak yang saya kenal. Hanya satu yaitu Marchella FP. Bukunya Nanti Kita Cerita Hari Ini, ini juga belum dibaca. Awalnya mengikuti dari akun Instagram. 

Langsung suka dengan kata-katanya, sederhana, tapi menggambarkan suasana hati. Alhamdulillah sudah menonton filmya, dan memang sangat bagus. Sekadar informasi, tokoh yang paling disuka disitu adalah Aurora.

4. Dari 10 sahabat Rasululloh Saw yang dijamin masuk syurga, kamu pengen neladani yang mana?
Umar Bin Khattab. Karena tegas, pemberani, tapi berhati lembut.

 5. Apakah kamu suka travelling? Jika suka mengapa, jika tidak mengapa?
Sangat suka. Bisa kunjungin tempat-tempat baru, bertemu orang banyak, macam-macam kebiasaan. Seru.

6. Tempat apa yang paling berkesan bagimu saat travelling, kenapa?
Pergi liburan Ke Pulau Pandang, Batu Bara, Sumatera Utara. Berkesan sekali karena, pertama kalinya pergi berlibur sendirian dari rumah dan bisa ke pantai. Walalupun ada rombongan tapi hanya satu orang yang dikenal. Dan seperti jawaban di atas, justru itu yang disuka, dapat teman baru.

7. Sebutkan 7 benda yang harus kamu bawa saat travelling!
Handphone, dompet, perlengkapan sholat, pengisi daya, botol air minum, camilan, pakaian.

Tantangan selajutnya, 7 Fakta Mengenai Saya

1. Pendiam, kalau bertemu dengan orang baru dikenal.

2. Suka jalan-jalan. Walaupun introvert, saya sangat suka bepergian. Menambah pengalaman dan wawasan salah satu manfaat yang didapat.

3. Suka puisi, tapi malas baca buku. Lebih suka menonton film, ada visualnya. Lirik lagulah yang menjadi sumber inspirasi.

4. Keras kepala tapi juga masih bisa diajak bicara. Namun, lebih teguh dengan pendirian.

5. Menyukai warna biru. Terlihat lebih sejuk dan nyaman dikenakan dalam bentuk pakaian, atau meihat pemandangan.

6. Kopi adalah minuman favorit. Karena ada asam lambung, tidak bisa sering-sering meminumnya.

7. Cita-cita ingin jadi penulis dan programmer. Dari kecil suka puisi dan dunia komputerisasi, semoga tercapai, Aamiin.

Alhamdulillah, sudah terjawab dari pertanyaan Liebster Awardnya. Untuk teman-teman yang lain, bisa juga ikutan. Tadinya juga aku bingung cara merespon dari Liebster Award ini, setelah bertanya dengan teman-teman di ODOP Blogger Squad, dan membaca dari postingan mereka sudah bisa terjawab sekarang. Caranya bagi yang berkenan untuk mengikuti, yaitu :

1. Ucapan terimakasih kepada teman yang menominasikan Blog kalian yang telah menerima tantangan Liebster Award. Link dari mereka jangan lupa untuk dicantumin.

2. Sertakan logo Liebstar Award di dalam postingan.

3. Tuliskan 7 fakta diri tentang kamu.

4. Seperti yang di atas, jawab tantangan yang diberikan

5. Berikan 7 pertanyaan kepada teman-teman yang lain, untuk dinominasikan berikutnya.

6. Liebster artinya tersayang. Pilih 7 teman Blogger yang tersayang, lalu cantumkan link Blognya.

7. Jangan lupa diberitahu, kalau mereka dinominasikan dalam Liebster Award. Dan bisa melanjutkan tantangan ini.

8. Tata cara ini harus disertakan biar Liebster Award, agar dapat tersampaikan dengan baik dan benar.

Tahap Terakhir

Saya sudah menjawab pertanyaan-pertanyan yang diberikan, nah sekarang mau balik memberikan keseruan ini kepada teman-teman yang lain. Dan mereka adalah :


Pertanyaan Tantangan Liebster Award

1. Mulai menulis (literasi) sejak kapan?

2. Kenapa memilih untuk menjadi penulis?

3. Kegemaran yang lain, selain menulis?

4. Buku kesukaan?

5. Pilih mana antara menulis buku? Atau menulis Blog?

6. Kalau hujan turun, pilih pakai jas hujan atau payung?

7.  Makanan kesukaan disaat sedang badmood?

Sekian postingan hari ini, semoga ada manfaat yang bisa diambil. Sampai jumpa ditulisan berikutnya, Wassalam.



Senin, Maret 16, 2020

Virus Jingga

Photo by Utsman Media on Unsplash

Penularannya bisa terjadi di mana saja dan dengan waktu-waktu yang tidak menentu. Bisa hari ini berjumpa, walau hanya sebentar berinteraksi. Sekedar berbicara mengenai kehidupan sehari-hari, duduk bersama sambil ada segelas kopi di sudut meja.

Atau bahkan sebuah perjumpaan tanpa adanya perbincangan. Secara sengaja atau tidak melakukan aktifitas di tempat yang sama. Entah itu berolahraga, bersekolah, menaiki kendaraan umum bersama, berada di satu gedung yang juga sama.

Tanpa ada pengenalan sebelumnya, tetap bisa menjalar dan menyerang. Jika sudah terkena akan sulit untuk disembuhkan. Bisa-bisa ahli medis manapun tidak dapat menanggulanginya. Berhati-hati memang harus, namun siapa yang bisa menduga kejadian yang tidak terduga.

Walaupun menginginkan hal lain, tetapi takdir suka berjalan sendiri. Sama sekali menebaknya akan menjadi hal sia-sia, pun tidak perlu. Namun, bukan berarti seperti pepatah “Biarkan Mengalir Seperti Air”. Ada yang bilang biarkan saja takdir yang menentukan, kita hanya punya tugas menjalankan. Berpasrah hanya akan menjadi pilihan terakhir saat segala upaya sudah diambang akhir.

Sebuah perkara ilusi, namun bisa menggetarkan raga hingga ke hati. Atmanya melayang dikala sudah terkena virus memabukkan. Rasa yang dapat membuat lupa diri, terhanyut dengan kebahagian tersendiri.

Disaat hasrat tidak turut tersampaikan, maka akan membelenggu dengan erat. Menyesakkan dada mendatangkan kegelisahan. Virus ini sungguh membahayakan, pasien yang terjangkit akan menunjukkan gejala bermacam rupa.

Terkadang bisa menjadi orang pintar sedunia, atau bahkan sebaliknya. Sudah diberi tahu macam-macam, akan tetap tenggelam dengan pikiran yang tidak berpengetahuan. Kehebohan mendadak tercipta dikala hati menceritakan virus yang menyerangnya. Rasa bahagia menjadi satu-satunya teman setia di dalam asa.

Kenapa Bisa?

Bingung mencari jawaban, si pasien yang terjangkit juga tidak akan tahu asal mula ia terkena virus itu. Setiap ditanya hanya bisa tersenyum berseri-seri di wajahnya. Tanpa sadar tertawa sendiri, seperti ada hal lucu yang selalu menggelitik hati.

Kalangan apapun benar-benar bisa terkena virus ini. Tidak memandang usia muda maupun tua, kaya atau tidak berpunya. Ingat yang sangat jenius sekalipun dapat lupa akan dirinya. Segalanya bisa dicurahkan, harta dan nyawa. Akan diberikan secara sukarela.

Tersangkut duri yang tajam tidak akan terasa sakit sama sekali. Semua terasa indah dengan alunan nada CINTA. Virus yang dapat menyerang siapa saja, tidak pernah memilih pasien untuk ditularkan. Bergulung dengan ribuan pertanyaan tetap tidak akan menemukan jawaban.

Salah satu efek samping yang turut dirasakan ialah berhentinya waktu. Ingin menghentikan jarum yang berdetak agar tidak dapat menjalankan masa. Ada perasaan takut yang teramat sangat agar tidak ditinggal, dikecewakan, tidak dipedulikan.

Virus ini akan menimbulkan perasaan saling memiliki. Akan ada rasa untuk marah dan kecewa jika tidak menjadi sosok yang diprioritaskan. Antar orang tua kepada anaknya, virus bernama Cinta ini akan hadir tanpa diundang. Akan saling menjaga antara satu dengan yang lain.

Pasangan yang sudah menikah juga sama. Terikat dengan kata Halal, menjadi modal dalam menjalani hari-hari. Bahkan setiap waktu virus ini akan terus tumbuh. Tidak perlu repot-repot mengusir pergi bahkan biarkan saja virus itu bersemayam, akan lebih baik begitu.

Apakah Ada Obatnya?

Tergantung seperti yang lain juga akan ada penyembuhannya, jika terus ingin mencari. Walaupun ahli medis akan sulit untuk mendapatkan solusinya. Karena terkadang dalam kasus virus ini yang paling menyakitkan adalah sebuah kehilangan.

Kepergian yang tidak kembali, akan memupuk rindu di hati. Sulit, dan berat dijalani. Serasa senja di setiap waktu, setiap langit jingga berharap dapat bertemu. Penawarnya hanya sebuah perjumpaan, namun jika sudah takdir memisahkan, segala daya apapun tidak akan berkuasa.

Tanamkan ikhlas erat-erat di dada. Perlahan bangkit dan berjalan, jika masih tertatih tidak mengapa. Walau hanya selangkah juga tidak masalah. Karena hidup terus akan berputar, dan virus itupun tidak akan pernah hilang akan tetap ada menemani.

Disetiap kejadian pasti ada hikmahnya, tetap melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri juga orang lain. Virus tersebut bisa menjadi penyemangat dan perubahan positif jika menanggulangi dan menghadapinya dengan hal-hal yang baik dan benar.

Jumat, Januari 31, 2020

Dimensi Waktu

sumber gambar : undraw.co

Bangun pagi, dengan perasaan lusuh yang selalu rajin mampir. Beranjak dari kasur, menarik napas harap malas segera luntur. Sepotong roti, selai manis stroberi menjadi santapan setiap hari. Lalu, menyeruput kopi hitam pekat. Aromanya sedikit menenangkan pikiran yang campur aduk, mata yang masih mengantuk juga perasaan suntuk.

Ke sekolah, bekerja, berbelanja, atau diam di rumah. Ada kesibukan yang padat menyita waktu sesuai porsi yang telah dibagi. Seperti terjebak waktu, rotasinya berputar di satu poros.Dua puluh empat jam sehari, tiga puluh hari dihabiskan, dengan beragam kegiatan.

Hari ini menaiki kendaraan yang sama lagi, karena memang tidak pilihan yang lain. Berdesakan di dalam kereta. Masing-masing penumpang ada tujuannya. Dengan menempuh beberapa menit, menunggu sambil membaca berita elektronik, atau sekedar berbincang dengan mereka yang sering ditemui. Dalam sepekan orang-orang dengan wajah serupa, sering duduk bersebelahan, hingga akhirnya akrab dengan tidak disengaja.

Duduk berjam-jam, menatap layar berukuran beberapa inci. Deretan baris berisi angka dan kata-kata, diketik dengan seksama. Tidak boleh ada yang salah maka akan beda hasilnya. Membuat laporan jika diminta. Mencetak kertas basah yang sudah terkena tinta.

Kemarin mendengarkan suara bentakan, ternyata hari ini juga. Menurutnya ada yang kurang saat proses pengerjaan. Harus kembali diulang, jika belum dapat koreksi yang membenarkan maka tidak akan boleh pulang. Terlewatkan begitu saja petang yang ada di depan mata. Dengan angkuhnya turut menenggelamkanmentari dari sebelah barat.

Menghela napas lagi. Lelah sudah pasti.Ketika memilih jalan seperti ini untuk di lalui, maka harus dinikmati. Lembaran almanak di dinding sudah bermacam-macam corak diganti. Berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, namun masih setia duduk di satu ruangan itu.

Esok pagi-pagi harus naik kereta lagi. Berdesak-desakan seperti itu lagi. Bentakan berirama keras sang nyaring. Telinga sudah terlanjur kebal mendengarnya, tapi hati ini tetap saja merasa sedih. Rasanya seperti dejavu, padahal memang kenyataan yang terjadi seperti itu. Rotasi yang sama berputar dengan sesukanya.

Terjatuh dalam mesin waktu
Terus-menerus
Terulang hingga menjeluak
Pasti begini
Pasti begitu

Terjatuh dalam mesin waktu
Sama dengan esok
Tidak ada yang belok
Tetap Lurus berjibaku

Matahari tetap terbit dari timur, lalu terbenam perlahan di sebelah barat. Angin akan terus berhembus, oksigen mengalir memberi napas. Bulan juga akan tampil di malam hari. Semuanya banyak yang pasti di dunia ini. Bekerja setiap hari, jadwal yang padat dalam sepekan. Bangun pagi pulang sore hari. Dimarahi, hari ini. Terus berulang siklusnya.

Akan tetapi  kejenuhan yang dialami, tetap harus disyukuri. Dan bisa saja, walaupun hari ini dirundung hujan ketika beraktifitas, namun, belum tentu besok juga akan hujan. Setiap waktu punya rahasianya masing-masing. Hari berganti begitu pula dengan takdir yang dibawanya, percayalah tidak akan pernah sama, selagi terus berpikir positif. Dikala pikiran kusut melanda, lakukan hal-hal yang menjadi kegemaran untuk menimbulkan rasa nyaman.

Sekedar mencari udara segar di luar ruangan sempit, melihat awan bergerak beriring. Polanya juga selalu berubah. Kadang bulat, bergerigi, dan lain-lain. Terjebak di mesin waktu, berputar terus menerus. Namun, akan ada keajaiban menanti jika hati ini bersabar dalam menjalani.

Selasa, Januari 21, 2020

Antara Nyata Dan Binar Angan

Photo by Sebastián León Prado on Unsplash

Tergopoh-gopoh berjalan
Membekas hasrat
Lekat terpaut, terajut
Bersama nyata, bimbang tak berujung

Bukan maksud ingin bertele-tele dengan tujuan hidup. Namun, yang terjadi ialah antara keinginan dan kenyataan sering bertolak belakang. Saling bersinggungan. Adanya impian ingin diwujudkan, maunya menjadi pilot, penulis terkenal, bersekolah atau kuliah di tempat yang terkenal, guru, pengusaha, penyiar radio, menikah dengan pendamping yang diinginkan, dan lain sebagainya. Banyak yang ingin dicapai, seperti kata pepatah “Gantungkan mimpi setinggi-tingginya”.

Sama sekali tidak ada yang salah dengan hal itu. Akan tetapi, bagaimana dan apakah mampu mempertahankan mimpi tersebut? Proses yang akan dilalui pasti panjang dan melelahkan. Menuju arah yang diharap untuk menjadi akhir dari tujuan. Bebatuan yang keras dan cadas. Setiap kalimat yang akan keluar dari pembicaraan mematahkan semangat.

Sebagian akan memberi semangat dengan tulus. Akan terus mendukung setiap langkah bertapak, sesulit apapun keadaan tetap ada mendampingi juga menggembirakan dikala hati kesusahan. Yang lain? Entah apa yang ada di dalam pikiran, tapi pasti ada ucapan yang menyakitkan. Orang-orang dengan aura gelap, menebarkan patah semangat.

Mereka mencoba mengajak berpikir secara nyata “Harus realita” menurutnya. Jika mengikuti perkataan-perkataan itu, maka tidak dapat dipungkiri hati dan pikiran akan segera berpaling dari mimpi. Terbias akibat ketiadaan dukungan.

Bertemu dengan suatu kondisi kerap hadir dan sangat mengusik, yaitu kekurangan atau bahkan sama sekali tidak memiliki biaya. Setiap hal mencapainya akan membutuhkan pengeluaran keuangan walaupun sedikit. Ini, menjadi momok menakutkan. Belum berupaya maka akan langsung menyerah jika menyangkut biaya.

Lalu, Apakah Akan Menyerah?

Photo by Thomas Stephan on Unsplash

Tarik napas lalu segera hembuskan. Rasakan setiap desiran angin yang menyentuh pori-pori kulit. Perlu untuk mengistirahatkan pikiran. Terlalu tegang urat-urat saraf, kaku sekujur tubuh, terlalu banyak coretan. Penuh dengan segala hayalan, omongan yang tidak berkepentingan, juga kekhawatiran.

Berikan jeda sementara untuk melanjutkan langkah. Beberapa waktu dibutuhkan, bukan selamanya. Hanya sejenak untuk mendinginkan isi kepala dan pikiran. Sudah terlalu kusut ketakutan yang terajut. Butuh udara segara, agar dapat membenahi kembali apa yang menjadi impian. Banyak yang menjadi rintangan, akan tidak mudah, berkelok-kelok arahnya.

Namun, janganlah menyerah. Ingat, ketika hati sudah berniat maka semesta akan turut membantu. Buatlah daftar rencana apa yang akan dilkakukan, mulai dari yang terkecil, termudah, terjangkau. Tidak perlu melakukan hal besar di awal, jika itu bisa menguras tenaga dan pikiran. Santai, begitulah kira-kira. Jangan langsung memaksakan kegiatan yang tidak bisa dilakukan.

Kerjakan semampunya terlebih dahulu. Sedikit demi sedikit lama-lama akan mencapai bukit. Sepanjang jalan akan bertemu orang-orang yang baik hati, sedia membantu tanpa pamrih. Adanya keberuntungan juga tidak dapat dipungkiri. Namun doa dan kerja keraslah yang akan mengantar hingga ke puncak. Tetap pertahankan impian.

Ketika mengalami masa-masa sulit, jangan sungkan untuk meminta bantuan dengan teman atau kerabat. Mungkin dari hal itu akan menemukan jalan baru yang tadinya sudah buntu. Maka, perbanyaklah silaturahmi. Cari dan temukan lingkungan yang sepahaman, ini sangat penting. Untuk saling menjaga kekonsistenan niat dan langkah.

Maka, impian jangan dilepas apalagi terlupa. Impian ialah salah satu adegan dalam kehidupan. Siapapun dapat menjadi tokoh utamanya. Setiap orang bisa mengambil peran untuk menjadi apa dan siapa dalam kehidupannya.  Akan banyak pemeran yang lain untuk mendukung demi  terwujudnya sebuah cerita cita. Selamat bermimpi dan meraihnya!

Kamis, Januari 09, 2020

Hambatan Dalam Menulis Dan Solusi Mengatasinya


Photo by Nick Morrison on Unsplash

Terkadang pemikiran itu datang dengan berantai yang tidak berputus. 
Sambung dan menyambung hingga tidak berujung. Semisal batang kayu, mengeraskan urat-urat saraf. Hingga mata tak bergeming menatap layar berukuran inci. Tidur pun jauh di ujung harap. Takut terbuang sia-sia. Ide yang ada di kepala
Ketika melakukan kegiatan yang sangat disukai, bisa bertahan selama berjam-jam dalam menyelesaikannya. Bahkan waktu akan berputar dengan cepat. Terasa hanya sebentar. Padahal, jarum detik sudah berputar pada porosnya hingga menjadi hitungan menit dan seterusnya. Menekuni hobi tidaklah salah, justru itu bagus. Memberikan pemikiran positif, energi yang baik, menghasilkan hasil akhir yang menyenangkan hati juga manfaat bagi diri sendiri dan orang banyak.

Menulis kini semakin diminati. Caranya mudah, hasilnya juga cukup memuaskan. Generasi milenial masa kini, sudah semakin kreatif dalam membuat karya tulisan. Namun, peminat dalam bidang kepnulisan bukan hanya anak-anak muda. Ibu rumah tangga, pekerja, dan lain-lain. Dapat menjangkau segala kalangan.

Mengisi waktu luang saat jam istirahat sekolah bisa  dimanfaatkan untuk menulis. Ketika pekerjaan di kantor telah selesai, daripada melakukan hal-hal percuma. Seperti menstalking akun mantan yang telah bahagia dengan yang lain, lebih baik gunakan waktu yang ada untuk membuat sebuah karya. Cerita dari pengalaman pribadi juga dapat dibagi. Tapi, konten tulisan tetap harus yang baik dan benar yaa. Agar para pembaca juga merasa nyaman ketika menikmati kata demi kata yang ditulis.

Menulis memang mudah. Dimanapun tempat dan kapan saja bisa dilakukan. Bersama teman atau desiran angin kesendirian dengan secangkir kopi yang tersedia. Manis atau pahit, tergantung selera masing-masing. Akan tetapi, ketika sudah berniat ingin menjadi penulis, hendaknya membuat sebuah komitmen untuk terus menjaga niat tersebut. Agar sebuah karya tidak berhenti di tengah-tengah prosesnya.

Nah, ini yang terkadang menjadi kendala bagi sebagian penulis. Ada masa-masa dimana semangat menulis sangat menggebu-gebu. Semangat membara, tidak padam walau ada halangan dan rintangan yang menjadi beban pikiran. Iya, segala hambatan yang berada di luar diri akan sekuat tenaga untuk ditaklukkan. Apa saja itu?

Masalah-masalah eksternal yang kerap hadir, cukup mengganggu. Namun tetap bisa diatasi. Yaitu kendala-kendala yang bukan berasal dari dalam diri. Masalah ini biasanya berupa peralatan atau perlengkapan yang tidak memadai untuk melakukan kegiatan menulis, yuk segera kita bahas.

1. Ketidak Tersediaan Laptop/PC

Kendala awal yang biasanya terjadi ketika ingin menulis, namun belum memiliki peralatan tersebut. Menggunakan laptop/pc memang sangat membantu, dengan layar monitor yang cukup luas, bisa meneliti jika ada tanda baca atau ejaan yang kurang tepat. Juga dapat lebih cepat mengetik, karena papan ketik yang digunakan sangat lengkap dalam menampilkan huruf-huruf. Namun, jika tidak memiliki tidak perlu bersedih. Solusi pertama ialah kini, telepon pintar sudah memiliki banyak aplikasi untuk membantu menyelesaikan tulisan. Sedikit risiko yang dirasakan ialah jari jemari akan sangat pegal, terutama ibu jari.

Dan yang kedua, dapat meminjam milik teman, saudara, atau tetangga. Ingat yaa, yang dilakukan ini “meminjam”. Berarti harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemiliknya, dan harus mengembalikan sesuai waktu yang telah dijanjijakan. Atau segera kembalikan jika pekerjaan yang dilakukan sudah selesai. Seperti sedia kala, tanpa ada yang rusak, bertambah atau berkurang bentuknya.

2. Listrik Padam

Saat sedang asyik menulis tiba-tiba listrik padam. Jika menggunakan komputer, maka akan langsung terhenti. Karena tidak ada daya yang dapat menyalakannya. Laptop atau telepon pintar pun ada masa untuk mengisi ulang kembali baterai yang akan terus berkurang ketika terus digunakan. Hal ini memang kurang menyenangkan. Tapi biasanya, pemadaman listrik tidak merata, hanya di beberapa wilayah. Segera hubungi kenalan yang dimiliki, wilayah tempat tinggal yang tidak sama bisa dimintai bantuan. Listrik yang menyala di tempat tersebut dapat digunakan untuk melanjutkan kegiatan menulis.

3. Terlalu Ramai

Suasana yang berisik sangat mengganggu. Ketika menulis haruslah fokus dan konsentrasi. Maka carilah tempat yang membuat nyaman. Biasanya di pinggir taman, atau cafe yang tenang bisa menimbulkan ide-ide yang bagus dan luar biasa. Perpustakaan juga tempat favorit untuk menulis, selain itu bisa sambil membaca buku-buku sebagai referensi bahan tulisan.

Jika ada kendala eksternal maka pasti ada pula internal. Untuk masalah ini akan lebih sulit diatasi, karena berasal dari diri sendiri. Segala yang ada di dalam maka hanya pemiliknyalah yang bisa merubahnya. Kendala-kendala ini bisa mencakup banyak hal, namun diantaranya adalah :

Photo by Lesly Juarez on Unsplash

1. Merasa Tidak Percaya Diri

Ini menjadi permasalahan awal yang terjadi. Ketika ada pemikiran, bahwa tulisan yang telah dibuat tidak akan layak dibaca oleh banyak orang. Merasa tidak pantas untuk mempublikasikan karyanya. Hal ini harus segera dihilangkan, carilah teman atau komunitas dengan minat yang sama. Jika bertemu dengan orang-orang yang sepahaman maka dapat membangun kepercayaan diri. Semangat akan muncul, karena adanya lingkungan yang mendukung.

2. Nulis Tentang Apa Ya?

Nah, pertanyaan itu kerap terlontar untuk diri sendiri. Ingin menulis, tapi bingung menentukan tema yang akan dijadikan karya. Mulailah dari hal sederhana, jika suka makan dapat menulis rekomendasi tempat atau jenis makanan yang ada di daerah setempat. Atau berwisata kie wilayah-wilayah yang mengagumkan. Dengan begitu pembaca bisa mendapat informasi seputar hal-hal unik yang terjadi di kota-kota yang belum pernah didatangi.

3. Kehabisan Ide

Hampir sama dengan poin kedua, namun bedanya ketika kita sudah mendapat tema dari karya yang akan ditulis, saat di tengah proses berkarya ide tiba-tiba mentok. Hal ini sangat penting untuk menjaga komitmen dalam menulis. Agar senantiasa konsisten dalam menghasilkan tulisan. Akan tetapi, jika ide mendadak mentok, akan langsung timbul rasa malas, dan bahkan enggan melanjutkan. Untuk itu, perlu adanya penyegaran pikiran. Hal-hal kecil yang mudah dilakukan namun besar dampaknya. Seperti makan dan minum yang disukai, pergi keliling kota bersama teman, membaca buku atau komik, berolahraga dan lain-lain.

Komitmen menulis harus tetap terjaga. Konsisten dalam berkarya akan memberi dampak yang luar biasa. Menyehatkan pikiran, energi positif akan mengalir dalam tubuh melalui tulisan-tulisan yang memiliki manfaat. Informasi yang tersaji akan dapat membantu banyak orang. Dan semoga dari karya yang dihasilkan menjadi ladang pahala hingga dapat mengantarkan diri ke surga nanti. Aamiin.