Jumat, September 27, 2019

Marah Meradang



Rasa kesal tak kunjung reda

Rasa marah terasa di dada
Menunggu berjam-jam lamanya
Namun tak nampak jua

Sudah berjanji akan pergi bersama

Tapi nyatanya malah meninggalkan begitu saja
Mencoba berlapang dada
Agar amarah tak menguasai jiwa

Menarik napas lalu menghembuskannya

Mencoba menenangkan pikiran
Namun percuma
Amarah telah menguasai jiwa

Degup jantung berdetak

Jarum jam bergerak
Yang ditunggu tak juga tampak

Sungguh kecewa dirasa

Sungguh merana dirasa
Tak ingin terulang lagi
Cukup hanya sekali ini

Kamis, September 26, 2019

Mimpi Semu

Photo by Johannes Plenio on Unsplash

Ini bukan negeri dongeng
Penuh hayalan
Penuh pengharapan

Awan bisa menjadi kecoklatan
Bumi bisa menjadi kebiruan
Setiap kejadian
Dibuat selalu menyenangkan

Ini bukan negeri dongeng
Punya sepatu kaca
Seketika hidup bahagia

Ini bukan negeri dongeng
Berharap bertemu pangeran
Tampan nan rupawan
Lalu tinggal di dalam istana kerajaan

Ini bukan negeri dongeng
Tidak ada kereta kencana
Tidak ada taman bunga

Jika ingin istana mewah nan megah
Segera bangun dari mimpi
Tanamkan dalam hati
Berjuang sekuat tenaga
Meraih cita-cita
Buatlah orang tua bangga
Dengan segenap prestasi

Rabu, September 25, 2019

Mencoba Menjadi Baik

Photo by Joe Beck on Unsplash
Ada rasa yang tak karuan
Ada rasa yang tak nyaman

Mulai mencari jati diri
Di usia ini terlambat sudah pasti
Namun tetap menapaki
Tanpa henti

Nurani meronta
Sudah tak kuasa
Ingin segera berubah

Hal yang biasa dianggap
Mulai ditinggalkan
Hati mendekap
Rasa keimanan

Masa dilalui dengan krida
Masa dilalui dengan kirana
Lara terpendam jauh
Dari Sang Pencipta

Hijrah menjadi pilihan
Mencari-cari jalan kebenaran
Rasa berat meninggalkan kebiasaan
Namun sungguh itu sebuah perjuangan
Surga indah menjadi idaman

Selasa, September 24, 2019

Akhir Bulan

Photo by Nanda Green on Unsplash
Selalu ditunggu
Selalu dinanti
Kehadiranya sungguh berarti

Disaat-saat ini
Menjadi harapan
Disaat-saat ini
Penyejuk hati

Asa terasa temaram
Asa terasa kelam

Menahan segala rasa
Menahan segala rupa
Tampak saku menipis
Tampak saku meringis

Masa sebulan lamanya
Masa sebulan menantinya
Mendapatkannya akan seperti tirta
Di jenggala
Lara hilang seketika


Senin, September 23, 2019

Beribu Maaf


Photo by Liane Metzler on Unsplash

Mimpi di kala muda
Merajut asa bersama
Berumah tangga penuh tawa
Hadirnya anak-anak
Menambah bahagia

Sudah ada yang didamba
Adanya tiga buah hati
Menghibur diri
Ketika penat menghampiri

Berlalu-lalu musim
Berlalu-lalu hari
Maafkan kami Abi
Maafkan kami Ummi
Hingga dewasa ini
Tak dapat membahagiakan hati

Kecewa, marah
Membuat diri resah
Maafkan kami Abi
Maafkan kami Ummi

Setinggi langit
Seluas bumi
Tak akan cukup membalas budi

Raga sehat nan perkasa
Kini menjadi tua renta
Tetap berjuang
Tetap berdiri
Demi para buah hati

Maafkan kami Abi
Maafkan kami Ummi
Kami belum cukup berbakti

Minggu, September 22, 2019

Kata-Kata

Photo by Timothy Eberly on Unsplash

Deretan kata-kata
Yang tersusun menjadi rasa
Terkadang dibalut dengan alunan nada
Atau hanya untaian puisi
Yang diucap penuh arti

Sepenggal kalimat di atas langsung muncul dalam pikiran ketika ingin mulai menentukan genre tulisan. Awalnya suka mendengarkan lagu, iramanya menenangkan atau bisa menyemangati. Dulu sampai harus menyediakan satu buku khusus untuk mencatat lirik lagu. Macam-macam lagu pop yang hits pada masa itu. Tapi sampai sekarang pun ada band favorit yang lagunya masih enak didengar dan dinikmati.

Dari lirik lagu-lagu itu merasakan bahwa makna hati bisa disampaikan melalui Kata-kata. Semenjak saat itu mulai mencoba menulis puisi, walaupun kalimatnya acak-acakan dan bahkan berantakan. Tapi selalu belajar, belajar, dan belajar agar isi hati dapat tersampaikan.

Pada mulanya membuat puisi sebagai media curhatan. Ingin menyampaikan emosi secara langsung namun terkadang sulit, lisan terasa terkunci. Maka puisi menjadi jalan untuk meluapkan isi hati. Menulis puisi walaupun hanya sekedar di buku harian dulunya, namun sungguh menyenangkan.  Atau terkadang membaca puisi yang ada di media surat kabar.

Pada masa sekolah dulu saat pelajaran bahasa Indonesia rasanya sangat senang. Itu adalah pelajaran kesukaan, karena pasti bertemu kata-kata yang banyak. Bisa belajar tata bahasa. Terutama ketika ada tugas membuat puisi atau cerita-cerita pendek. Sungguh semangat mengerjakannya, juga bisa bertukar cerita dengan teman-teman.

Saya suka puisi. Terdiri dari beberapa bait namun bisa mewakili isi hati. Selama ini hanya mengetahui untuk selalu menulis, tidak pernah terpikirkan termasuk genre apa tulisan saya. Selama di ODOP, saya belajar banyak. Ternyata tulisan saya termasuk fiksi. Terimakasih ODOP dan teman-teman yang ada di grup sudah banyak membantu saya, memberi masukan dan berbagi ilmu.

Terutama tim Sapporo yang selalu mengingatkan dan menyemangati ketika saya nge-blank.  Terkadang rasa malas menulis muncul, atau ide yang suka pergi begitu saja. Masih ada minggu-minggu berikutnya yang harus dilalui. Untuk kita semua, semangat menulis, semangat berkarya. One Day One Post.

Sabtu, September 21, 2019

Merdekain Warung Dengan KUDO


Saat ini merupakan masa-masa gemilang dalam perkembangan teknologi. Sudah menjadi hal umum produk-produk elektronik telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, atau kegiatan yang dulunya menggunakan cara konvensional sekarang sudah dengan cara digital. Terutama dalam sektor  bisnis yang kian hari kian canggih dalam memasarkan produk-produknya.

Bahkan hanya bermodalkan smartphone, barang dagangan bisa dibeli kapan saja dan dapat berjualan dimana saja. Toko-toko online kini sudah banyak sekali, orang-orang dapat memanfaatkan akun sosial yang dimiliki untuk memasarkan barang dagangannya. Sungguh praktis, efisien dan yang pastinya menguntungkan.


Nah sekarang ada KUDO yang semakin membuat kita nyaman. Kenalan dulu yuk, KUDO itu Kios Untuk Dagang Online. KUDO ialah sebuah platform yang bisa membantu kita dalam berdagang. Banyak toko-toko kelontong yang mengalami kebangkrutan karena minimnya konsumen yang datang membeli. Juga ketika stok dagangan habis, para pedagang harus repot-repot pergi ke grosir untuk berbelanja.


Bukan hanya para pemilik toko kelontong yang mengeluh mengenai kondisi tersebut. Para penyedia stok atau distributor juga sulit menghubungi mitra dagangnya ketika tidak ada ketersedian barang dagangan.

Nah, KUDO merupakan warungdigital serba bisa yang menyediakan banyak kemudahan bagi pemakainya. Ada banyak fasilitas yang tersedia yang bisa mempermudah para penjual, pembeli dan distributor. Silahkan download aplikasi KUDO di playstore, cara daftarnya juga mudah.

Berikut manfaat-manfaat dari aplikasi KUDO :
1.      Grosir Sembako
Sembako merupakan kebutuhan dasar dalam dagangan toko kelontong. Barang-barang sembako selalu dicari oleh pembeli karena merupakan kebutuhan sehari-sehari. Kita bisa mendaftarkan diri di aplikasi KUDO sebagai toko grosir yang menjual keperluan banyak orang. Dengan pelayanan yang ramah dan kelengkapan barang dagangan kita akan mudah untuk mendapatkan pembeli, dan sudah pasti akan mendapatkan keuntungan.

2.      Transfer Uang
Transfer uang di KUDO bisa cepat dan aman pastinya. Kita tidak perlu lagi repot-repot ke ATM dan mengantri.

3.      Bisnis Pulsa
Nah, bagi para pemilik usaha toko kelontong. Selain berjualan dagangan pada umunya, kini bisa berjualan pulsa. Dengan mengisi saldo kurang dari 1 juta rupiah. Anda bisa memulai bisnis pulsa.

4.      PPOB
Yaitu pembayaran online dengan memanfaatkan fasilitas perbankan. Para pemilik toko kelontong bisa membayar tagihan PLN, PDAM, cicilan motor, dan asuransi milik pribadi. Tidak perlu harus keluar rumah untuk membayar semua tagihan tersebut. Bukan hanya milik pribadi, milik para tetangga juga bisa. Tapi, Jangan khawatir dengan KUDO semua bisa mendapat keuntungan.

5.      Bayar Tagihan Telepon
Untuk pengguna pascabayar, KUDO melengkapi fasilitas untuk mengecek tagihan penggunaan telepon sekaligus membayar tagihan tersebut.

6.      Daftar Grab
KUDO juga bermitra dengan Grab. Ketika pemilik toko kelontong sudah bergabung menjadi agen KUDO dan mengajak banyak orang untuk menjadi pengemudi Grab, maka akan mendapatkan keuntungan berupa bonus-bonus voucher.

7.      Tiket Kereta
     Bagi yang suka bepergian jika melihat sebuah toko kelontong bisa memesan tiket kereta di tempat tersebut. Tidak perlu harus mengantri ke loket yang ada di stasiun. Kapan pun dan dimana pun bisa memesan tiket yang dibutuhkan.



Jumat, September 20, 2019

Perjalanan Malam

Photo by Jose Torres on Unsplash
Truk kuning itu sudah berjalan
Di kelam malam
Dinginnya malam

Melaju menembus kesunyian
Sudah tak ada kendaran
Yang berlalu lalang
Hanya truk kuning dan supirnya seorang

Berputar roda hitam
Di atas aspal hitam
Semoga tiba ditujuan 
Dengan keselamatan

Harus berangkat
Walau cuaca terkadang tak bersahabat
Ada kewajiban
Yang harus terlaksanakan

Do'a putri terkasih
Senantiasa menemani
Agar sang Ilahi
Melindungi diri 
Yang sedang mencari rezeki






Kamis, September 19, 2019

Hirup Hidup

Photo by LoboStudio Hamburg on Unsplash

Sudah pagi sedari tadi
Namun mentari tak menampakkan diri
Bukan karena malu
Namun terlalu pekat asap 
Hingga tak terlihat

Sudah pagi sedari tadi
Langkah kecil beriringan
Menaruh harap di atas awan
Kini menyibukkan diri
Menahan nafas yang dimiliki

Sudah pagi sedari tadi
Riuh suara kendaraan berlalu
Tak nampak jarak pandang tempuh
Tak tahu kemana membawa diri

Sudah pagi sedari tadi
Tak henti meminta pertolongan diri
Mari merubah diri
Meminta kepada sang Ilahi
Harap bencana segera berhenti

Udara segar hanya harapan
Langit biru berubah tak karuan
Terlihat kusam
Bahkan menghitam

Rabu, September 18, 2019

Keabadian

Photo by Álvaro Serrano on Unsplash

Menulis bukan hanya mengutarakan isi pikiran atau isi hati, banyak yang menjadikan karya tulis sebagai media untuk curhatan hati. Iya, memang benar, kata-kata bisa mewakili perasaan dan pikiran yang mungkin sulit untuk dibicarakan. Mengutarakan kegelisahan, kegundahan, apa pun yang dirasakan. Ada istilah dengan musik kita bisa menyampaikan makna terdalam dari diri, namun dengan tulisan hal itu juga bisa dilakukan.

Namun, dengan tulisan banyak pesan yang bisa tersampaikan. Sebuah karya dapat tergantung bagaimana tujuan ia dibuat. Pada masa perjuangan memerdekakan Indonesia, para wartawan, sastrawan banyak yang membuat karya-karya terbaik untuk membangkitkan semangat juang rakyat Indonesia. Bukan hanya itu, karya mereka selalu memberikan informasi terbaru tentang keadaan penjajahan masa itu. Media cetak merupakan hal yang penting untuk selalu dibaca. Pada masa itu dengan tulisan kita bisa semangat berjuang untuk merdeka.

Para penulis bisa berjuang melalui tulisan.  Selain untuk membangkitkan semangat, dengan bahasa yang santun banyak karya-karya yang diciptakan oleh para penulis, seperti puisi, novel, cerita pendek dan lain-lain. Karya tersebut bisa bertemakan kampung halaman, romansa cinta, lika-liku kehidupan dan masih banyak lagi yang sampai saat ini, karya-karya itu masih bisa kita nikmati, bahkan sampai  kapan pun karya akan tetap abadi.

Namun, bagaimana dengan sekarang? Sekarang sudah merdeka media cetak sudah kurang diminati, khususnya kalangan anak-anak muda. Dengan adanya smartphone, sangat mudah untuk mengakses informasi apa pun yang ingin dicari. Apakah dengan itu para penulis berhenti menulis? Tidak, justru dengan adanya teknologi canggih ini kita akan semakin mudah untuk berkarya. Banyak media-media elektronik yang saat ini bisa menjadi wadah untuk menulis karya. Anak-anak muda dulunya punya sebuah akun blog sebagai media curhatan hati. Di blog tersebut dapat menulis cerita-cerita buatan sendiri lalu mempostingnya ke internet. Nah, kegiatan tersebut sudah merupakan proses pembuatan karya tulis. Saat ini contohnya saja akun sosial media, kita bisa menulis status singkat dan dibaca oleh banyak orang.

Banyak akun-akun sosial media dan aplikasi yang memposting karya tulisan berupa puisi, cerita-cerita pendek. Dengan adanya kemudahan dalam mengakses informasi maka ini merupakan peluang yang sangat besar untuk menulis sebuah karya yang bermanfaat dan mudah untuk diterima oleh banyak orang. Sewaktu masih sekolah dasar, guru-guru sering memberikan tugas untuk menulis cerita selama liburan. Hal ini merupakan kegiatan yang menyenangkan dan mudah untuk dilakukan. Lalu para murid akan dengan bangga membacakan hasil tulisannya di depan kelas, dan teman-temannya akan senang mendengarkan. Dengan mendengar kisah liburan itu, akan merasakan seperti mendapatkan pengalaman yang baru. Karena akan membayangkan tempat-tempat dan kejadian selama liburan. Atau membuat puisi untuk orang tua, walaupun dengan kalimat yang sederhana, namun sungguh mengharukan jika dibuat dengan tulus oleh seorang anak kecil.

Sejak kecil kita sudah terlatih untuk menulis. Jadi, menulis bukanlah hal yang sulit. Karena menulis merupakan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Menulis tidak perlu harus dengan kata-kata yang rumit, justru akan sulit dipahami oleh pembaca. Dapat dimulai dengan kalimat yang sangat sederhana, karena pada hakikatnya tujuan menulis ialah menyampaikan pesan  untuk diri sendiri ataupun orang lain. Apapun yang kita pikirkan kita bisa menjadikannya sebuah karya tulisan, tetapi tetap harus dalam hal kebaikan.

Begitu banyak manfaat yang bisa didapat dalam menulis, kita bisa memperjuangkan hal-hal kebenaran, menyampaikan pendapat, menyampaikan isi hati, dan lain-lain. Kehidupan di bumi ini tidak ada yang abadi. Namun, kita bisa mengabadikan nama seseorang atau diri kita sendiri dengan sebuah karya, yaitu menulis. Mari menulis, mari berkarya, menggemparkan dunia dengan sebuah tulisan.